Fungsi aerator dalam hidroponik

Fungsi aerator dalam hidroponik

Mengutip wikipedia, Aerator adalah sebuah mesin penghasil gelembung udara yang gunanya adalah menggerakkan air di dalam Akuarium agar airnya kaya akan oksigen terlarut yang mana sangat dibutuhkan oleh semua ikan air tawar dan air laut, kecuali beberapa jenis ikan, seperti cupang , gurami , dll tidak memerlukannya. Ada bermacam ukuran aerator, untuk aquarium 20 L – 100 L cukup menggunakan aerator 1 lubang , kalau lebih besar dari itu sebaiknya menggunakan yang 2 lubang.

Aerator adalah alat untuk membantu melarutkan oksigen yang ada di udara ke dalam air kolam atau akuarium. Prinsip kerja alat ini adalah membuat permukaan air sebanyak mungkin bersentuhan dengan udara. Tujuannya agar oksigen dalam air itu cukup dan gas serta zat yang biasanya menimbulkan bau busuk dapat terusir dari air.

Lalu apa gunanya untuk hidroponik? Secara umum, aerator fungsinya di dalam pertanian hidroponik sama dengan untuk kolam ikan atau aquarium, yaitu melarutkan sebanyak – banyaknya udara (dalam hal ini oksigen) ke dalam air sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman.

jadi bukan hanya hewan atau ikan saja yang membutuhkan oksigen, tanaman juga membutuhkan oksigen untuk metabolisme pertumbuhannya.

Dalam hidroponik, hanya sistem wick atau sistem rakit apung saja yang membutuhkan aerator dalam penerapannya, mengingat air dalam kondisi diam tidak bergerak. Sementara untuk sistem yang lain yang menggunakan pompa, tidak dibutuhkan aerator mengingat air sudah dipompa mengalir dalam sistem, secara otomatis air akan berinteraksi dengan udara pada saat mengalir tersebut.

kami di sini
28

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *