Hidroponik rakit apung

Hidroponik rakit apung

Bagi hidroponiker, metode rakit apung merupakan salah satu metode yang paling populer dalam berhidroponik. Rakit apung merupakan salah satu metode yang paling mudah dipraktekkan selain wick sistem. Dengan peralatan sederhana, kita bisa langsung menanam ala hidroponik.

rakitapung

Paling tidak yang dibutuhkan dalam metode rakit apung adalah bak penampungan air, kedalaman minimal 20cm, luasnya bebas, semakin luas maka jumlah tanaman yang ditanam bisa semakin banyak, bak penampungan ini bisa berupa kolam atau bak yang kita buat sendiri. peralatan berikutnya adalah bahan yang bisa mengapungkan tanaman di atas air, misalnya styrofoam, styrofoam ini dilubangi untuk tempat netpot/tanaman. Diusahakan styrofoam menutup secara penuh di atas bak air, sehingga kemungkinan air nutrisi terpapar sinar matahari lebih kecil.

Cukup begitu saja, kita sudah bisa menanam ala hidroponik. Silahkan semai benihnya, jika sudah cukup umur, bisa langsung dipindah ke rakit apung tersebut, tentu saja setelah bak penampungan di isi air berikut nutrisi, perhatikan petunjuk pencampuran nutrisi di kemasannya.

diantara banyak kelebihan metode rakit apung di atas, tentu ada kekurangannya, salah satu kekurangan metode rakit apung ini adalah boros terhadap nutrisi, karena banyaknya air di bak, maka untuk memenuhi ppm yang dibutuhkan tanaman, dibutuhkan nutrisi yang lebih banyak dari pada moetode lain, misalnya NFT yang terkenal hemat nutrisi.

kami di sini
28

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *