Menurunkan pH pada tanaman hidroponik

Menurunkan pH pada tanaman hidroponik

pH (power of hydrogen) adalah derajat keasaman yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan. Untuk tanaman hidroponik, pH air disarankan agak asam, antara 5,5-6,5. Jika lebih dari 7 (pH netral), maka tanaman akan kesulitan dalam menyerap nutrisi yang disediakan, sehingga meskipun ppm air nutrisi hidroponik sudah cukup ideal, tetapi pH nya terlalu tinggi (basa), maka tanaman akan cenderung kurus.
Parahnya lagi, suhu yang tinggi pada siang hari, adalah waktu tanaman memanfaatkan fotosintesis untuk berkembang, perkembangan dan hasil metabolisme tanaman akan cenderung membuat ph menjadi tinggi. Itu sangat alamiah.
Oleh karena itu, dalam instalasi hidroponik, cenderung harus selalu menurunkan pH ini. Caranya bagaimana? dengan memberikan larutan asam yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Tidak semua larutan asam bisa digunakan, larutan asam yang bisa digunakan adalah larutan asam yang tidak membahayakan tanaman atau bahkan larutan ini bisa bermanfaat untuk tanaman. Dalam dunia hidroponik, larutan yang biasa dipakai adalah asam sulfat dan asam phospat.
Bagi sebagian penghobi hidroponik, asam sulfat ini digantikan oleh air aki zuur. terus terang, kami tidak menyarankan menggunakan asam sulfat yang berasal dari air aki zuur, karena dari penjelasan di beberapa website, air aki zuur ini tidak murni asam sulfat, ada beberapa zat lain yang ditambahkan karena memang kebutuhannya untuk pengisi aki kendaraan. Lebih baik membeli asam sulfat murni.
Yang lebih baik adalah dengan menggunakan asam phospat. karena phospat sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhannya, selain itu phospat juga bisa menjadi buffer pH sehingga setelah pemberian asam phospat, pH tidak mudah naik turun, pH akan lebih stabil. Stabilnya pH akan membuat pertumbuhan tanaman juga akan lebih stabil dan cepat berkembang.

kami di sini
28

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *