Semai benih yang baik

Semai benih yang baik

semaiBerikut sedikit tips dari beberapa hobbiest hidroponik, bagaimana cara semai benih agar maksimal. seperti kita ketahui, proses persemaian ini akan sangat menentukan kualitas tanaman selanjutnya. Itu berarti semakin baik hasil semai, kemungkinan tanaman semakin sehat semakin besar.

Hal – hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan persemaian

1. Pilih dan pilah benih
Ada dari puluhan sampai ribuan benih yang kita dapatkan, tentu tidak bisa dijamin bahwa benih ini akan tumbuh semuanya, di antara yang tumbuh inipun, tidak semuanya akan menjadi tanaman yang hidup sampai besar. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemilihan dan pemilahan benih agar yang kita tanam adalah benih berkualitas. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan cara memasukkan benih ke dalam air, biasanya benih yang mengambang adalah benih yang kurang baik.

2. Media semai yang baik dan bebas penyakit
media semai bisa macam-macam, kalau dalam dunia hidroponik dikenal rockwool. Selain rockwool, ada sekam bakar, cocopeat, dll. Yang jelas, harus dipastikan bahwa media semai ini tidak mengandung jamur dan penyakit lainnya agar tidak mengganggu pertumbuhan benih.

3. Nutrisi semai
Secara umum, tidak diperlukan nutrisi pada saat semai, karena benih tanaman sudah memiliki “cadangan makanan” ketika masih berbentuk benih. tetapi jika persemaian ini membutuhkan waktu cukup lama, cadangan makanan dalam benih tentu tidak cukup untuk kehidupan tanaman selanjutnya. Untuk tahap ini dibutuhkan nutrisi tambahan. Dalam dunia hidroponik, dikenal ab mix semai.
Tahapan persemaian

  1. Masukkan benih ke dalam media semai, atur penempatannya agar tidak berdesakan atara satu benih dengan benih lainnya. Jika pakai rockwool, cukup 1 benih untuk 1 blok rockwool ukuran 2-3cm.
    2. Letakkan di nampan, atau tempat yang datar. Untuk memudahkan semai, kita bisa menggunakan seed tray.
    3. Basahi media tanam dengan air, caranya bisa dengan disemprot atau diguyur pelan-pelan. Bisa menggunakan air biasa atau air yang mengandung nutrisi semai.
    4. Letakkan di tempat teduh.
    5. Pantau perkembangan benih dan kelembaban media tanam agar tidak sampai kering.
    6. Jika sudah mulai pecah benih, perkenalkan dengan sinar matahari. kurang lebih 1-2 jam dengan tetap memperhatikan kelembaban media
    7. Jika sudah nampak daun, perkenalan dengan sinar matahari semakin lama, minimal 4 jam sehari
    8. Jika daun sudah berjumlah 3-4 helai, artinya sudah siap pindah ke tempat pembesaran

Demikian sedikit tips yang kami kumpulkan dari pengalaman beberapa rekan penghobi berkebun. semoga bisa membantu

kami di sini
28

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *