Sistem Hidroponik yang tepat untuk tanaman cabai atau tomat

Sistem Hidroponik yang tepat untuk tanaman cabai atau tomat

Beberapa kali ada pertanyaan dari penghobi hidroponik, kenapa setelah cabai atau tomat saya agak besar kemudian layu, jika tidak layu tanaman ini tidak bisa menghasilkan buah yang diinginkan.Sulit juga dijawab pertanyaan ini jika tidak mengetahui apa sebenarnya yang terjadi. Karena menurut penuturan yang bersangkutan, semua prosedur “hidroponik yang baik” sudah dijalani, tetapi hasilnya mengecewakan.

Penulis sendiri juga pernah mengalami hal serupa, penulis mengalami hal ini lebih banyak karena penulis masih dalam tahap coba – coba, semuanya ingin ditanam, apapun itu.tomat fertigasi
Dari pengalaman ini dan pengalaman beberapa orang yang lain, ada sedikit kesimpulan yang bisa diambil. Ternyata sistem atau model bertanam hidroponik tertentu, tidak bisa diterapkan untuk semua tanaman karena karakteristik masing – masing tanaman berbeda.

Bagaimana dengan tanaman cabai atau tomat? Jenis hidroponik apa yang cocok untuk cabai dan tomat tersebut? Dari pengalaman penulis, untuk tanaman cabai atau tomat, sistem hidroponik yang paling cocok adalah sistem fertigasi (fertilisasi + irigasi). Kenapa fertigasi? Berikut sedikit alasannya.

  1. Cabai / tomat membutuhkan ruang yag cukup luas/dalam untuk akar dan tegaknya tanaman. Tanaman cabai / tomat membutuhkan ruang besar untuk tumbuhnya akar dan menopang besarnya tanaman, sistem NFT yang berada di netpot 5-7cm sama sekali tidak cukup untuk menampung batang dan akar tanaman. Sistem fertigasi biasanya menggunakan kotak atau polybag yang relatif besar, sehingga mampu memberikan ruang bagi akar tanaman untuk tumbuh dengan baik.
  2. Akar cabai / tomat berada di sekitar ruang tumbuh, tidak hanya di bawah. Sistem fertigasi memungkinkan akar tanaman tumbuh dan bergerak ke mana-mana karena aliran air dan nutrisi dialirkan dari atas ke bawah, sehingga hampir semua bagian akar akan terlewati air dan nutrisi.
  3. Kebutuhan nutrisi cukup besar dan kontinyu. Semakin besar, tanaman cabai/tomat semakin besar kebutuhan nutrisinya, bukan hanya semakin besar, tetapi juga merata. Kebutuhan nutrisi besar ini dengan mudah dipenuhi oleh sistem fertigasi dengan menambah frekuensi atau kepekatan nutrisi (ppm).

Demikian sedikit analisis penulis, sebenarnya hal ini berlaku untuk tanaman – tanaman lain yang memiliki karakteristik sama atau mirip dengan cabai atau tomat, misalnya terong dan paprika.

2 Responses
  1. padahal selama ini kalo nanem cabe susah banget haha, apalagi kayak musim hujan begini, kadang kecewa hoho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *