Ada banyak cara, ada banyak model dan ada banyak metode yang bisa digunakan untuk berhidroponik. Berkaitan dengan ini, kami mendapatkan panggilan whatsapp dari seorang customer, customer ini sudah mempunyai instalasi hidroponik di rumahnya, tetapi ternyata tidak “berjalan” sebagaimana diharapkan.
Ketika kami datang ke lokasi dan melihat sendiri instalasi hidroponik yang dimaksud, ternyata memang instalasi ini salah konsep sejak awal. Pembuatnya mungkin berasumsi bahwa hidroponik adalah menanam tanpa tanah, diganti dengan air. Sehingga yang terjadi adalah pipa – pipa disambung – sambung begitu saja, lalu di lubangi dan diberi air. Selesai. Kami melihatnya nyaris seperti kolam aquarium ikan tetapi dalam pipa.
Akhirnya, kami sepakat dengan customer tersebut untuk me-redesain instalasi hidroponiknya dengan catatan jika memungkinkan, instalasi hidroponik lama sedemikian rupa agar bisa tetap di pakai.
Setelah pengerjaan 3-4 hari, instalasi hidroponik baru selesai dikerjakan. Sesuai gambar di atas, instalasi hidroponik dibuat susun 2, atas 5 lajur adalah instalasi baru, bagian bawah juga 5 lajur adalah instalasi lama yang sudah terlanjur tetapi sedikit dimodifikasi.
Kembali ke paragraf awal di atas, ada banyak cara dalam berhidroponik, tetapi tetap harus memperhatikan kaidah – kaidah umum dalam berhidroponik. Tidak bisa asal membuat instalasi hidroponik tanpa memperhatikan kebutuhan tanaman. Akibatnya tanaman sulit tumbuh, bahkan bisa mati.
Untuk kaidah dan aturan umum, akan kami uraikan dalam artikel lain. Jika anda juga mengalami hal yang sama atau mirip dengan customer di atas, bisa konsultasi gratis dengan kami. Silahkan hubungi kami untuk langkah – langkah yang diperlukan
