semai benih sawi lokal

Semai benih yang baik, menghasilkan bibit yang baik

2 minutes, 3 seconds Read

Banyak orang yang masih belum bisa membedakan, apa itu benih dan apa itu bibit. Banyak yang masih menganggap benih dan bibit adalah barang yang sama.

Yang di sebut benih adalah calon bibit (belum menjadi bibit), masih berupa biji yang diambil langsung dari tanaman yang sudah tua dan menghasilkan biji. Sementara bibit, adalah tanaman yang sudah tumbuh dari biji dan siap untuk ditanam atau dibesarkan.

Nah, untuk menghasilkan bibit yang baik dari benih, ikuti tips berikut

  1. Pastikan benih masih bagus, ditandai dengan masa kadaluwarsa yang masih lama atau belum kadaluwarsa. Meskipun tanggal kadaluwarsa ini tidak selalu menjadi acuan baik buruknya benih, tetapi tanggal kadaluwarsa ini menandakan benih ini masih layak untuk ditumbuhkan. Kualitas benih juga ditentukan oleh cara penyimpanan, dengan penyimpanan di tempat teduh tetapi tetap kering, akan memperpanjang masa pakai benih.
  2. Untuk mulai semai, pastikan menggunakan media semai yang baik. Untuk hidroponik, biasanya menggunakan rockwool. Anda bisa menggunakan media lain jika tidak ada rockwool.
  3. Pastikan suplai air ke benih tersebut cukup, dalam arti tidak sampai kekurangan air, tetapi juga tidak sampai berlebihan sehingga air menggenang di sekitar benih, hal ini akan mengakibatkan busuk benih.
  4. Pastikan nutrisinya cukup. Biasanya benih tanaman sudah memiliki cadangan nutrisi di dalam benihnya, tetapi untuk benih yang masa semainya lebih lama, misalnya 1 minggu, perlu diberi tambahan pupuk dari luar dengan komposisi ringan saja. Misalnya untuk ab mix, biasanya menggunakan takaran 5ml A + 5ml B + 1 liter air, maka untuk semai, takarannya cukup 2-3 ml A + 2-3 ml B + 1 liter air. Pupuk ini disemprotkan ke media tanam yang dipakai untuk samai.
  5. Pastikan mendapat sinar matahari cukup. Untuk benih yang sudah pecah, harap dikenakan ke sinar matahari, pertama kali, biasanya cukup 2-3 jam terkena sinar matahari, dengan tetap memperhatikan kelembaban media semai, untuk hari berikutnya bisa lebih lama pengenaan sinar mataharinya.

Tanda Hasil Semai yang baik

Semai yang menghasilkan bibit yang baik, ditandai dengan bibit yang batang dan daunnya hijau segar. Daunnya lebar, jika dibandingkan dengan tinggi bibit, bentang daun (kiri-kanan) harus lebih besar dari pada tinggi batang dari bawah. Jadi tanaman lebih melebar dari pada meninggi.

Bibit ini bisa dipindah ke media pembesaran jika sudah memiliki minimal 4 daun, memiliki 6 daun lebih baik agar bisa memastikan tanaman sudah benar – benar siap dipindah ke media pembesaran.

Untuk tanaman tertentu, jika hasil semai kurang baik, maka harus dibuang karena dri bibit saja sudah tidak baik, tanaman yang dihasilkan juga akan kurang baik. Di sinilah pentingnya proses semai, jika proses semai berjalan baik, maka langkah selanjutnya juga akan menghasilkan tanaman yang baik

author

Nur Awal

online seller bidang hidroponik

Artikel lain

WhatsApp chat