Timer ini hadir dengan 2 jenis: merk Omron dan non Omron (tanpa merk). Dari pengalaman kami, kedua jenis tidak terlalu jauh perbedaannya, nyaris tidak bisa dibedakan secara fungsi. Timer ini sangat handal dan banyak dipakai oleh pengusaha unggas untuk menetaskan telur.
Bukan hanya peternak unggas saja yang membutuhkan timer ini, tetapi juga industri lain yang membutuhkan, misalnya untuk menghidupkan kipas pendingin untuk setiap beberapa menit sekali selama 5 menit (misalnya). Untuk hidroponik, timer ini bisa digunakan untuk pengaturan waktu penyiraman dan pengaturan sprayer.
Wiring
Pertama kali yang perlu di setting adalah pengkabelannya. Timer DH48S-S hadir dengan socket yang bisa dilepas pasang di bagian belakangnya. Dilepas dulu socketnya, lalu dipasang kabel – kabelnya, lalu dipasang lagi socketnya. Socket ini dibuat agar tidak salah pasang dengan memberikan panduan sehingga tidak akan terbalik pemasangannya. Lihat gambar dibawah ini.

Karena Timer ini adalah timer 220v yang langsung masuk ke listrik PLN, maka inputnya adalah listrik PLN langsung. Dipasang kaki nomor 2 dan no 7. Selanjutnya kaki no 7 dan no 8 harus dijumper sebagai common. Untuk outputnya yang ke beban (misalnya lampu, kipas, dll) dipasang ke kaki no 5 dan no 7, sekali lagi silahkan lihat gambar di atas.
Setting
Setelah wiring selesai, saatnya untuk melakukan setting timer ini. Misalnya untuk mesin tetas telur yang nyala setiap 3 jam sekali selama 10 detik. Maka kita harus mengatur delay duration menjadi 03H (3 jam) dan on duration 10S (10 detik). Caranya dengan menekan tombol – tombol yang ada di atas atau di bawah angka-angka tersebut.

Jika anda ingin mengatur durasi dan waktu yang lain, bisa juga dilakukan dengan mengatur delay duration dan on durationnya. H artinya jam, M artinya menit dan S artinya second (detik). Sesuaikan dengan kebutuhan anda untuk setting yang sesuai dengan kondisi ditempat anda.
